Gloomy Jakarta
Wednesday, January 31st, 2007Jakarta mulai hujan deres tiap hari. Kampung Melayu udah banjir, biasa itu mah daerah langganan banjir. Istana sih masih baek - baek aja, moga - moga jangan sampe kebanjiran kayak waktu jamannya Bu Mega
Tadi pagi saya nonton Selamat Pagi di Trans7, en tamu nya penjaga pintu air nya Manggarai. Saya lihat bapak ini sangat professional untuk pekerjaannya yang sudah dijalaninya sejak 20 tahun lalu. Dengan imbalan yang kalo boleh saya nebak gak besar, bapak ini, sangat berdedikasi pada pekerjaannya yang sangat beresiko dan berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.
Dia menuturkan bahwa saat tersulit yang dia alami selama bekerja adalah ketika dia harus dihadapkan pada pilihan bahwa, dia harus memilih menyelamatkan Istana dari banjir dan mengorbankan rakyat banyak, atau membiarkan Istana kebanjiran dan menyelamatkan orang yang lebih banyak. Karena pintu air yang dia kendalikan itu akan menentukan kemana air akan mengalir. Tapi sayang tadi Dik Doang sama Dessy Ratnasari cuma cengengesan ketika bapak itu bercerita mengenai pengalamannya itu. Tidak digali lebih dalam. Saya mengerti mereka "sungkan" karena itu berkaitan dengan sensitif story
Dan bapak itu cuma menutup ceritanya dengan mengatakan, pekerjaan apapun selalu ada resikonya bukan ? What a wise man said. Dia benar, pekerjaan apapun selalu ada resikonya. Pekerjaan saya, pekerjaan anda semua. Cuma seringkali kita mau bagian yang enaknya saja dari pekerjaan ini. Ketika giliran susah atau repot kita pasti mengeluh. Lembur sampai pulang malam karena pekerjaan sedang banyak. Ditugaskan ke tempat yang tidak enak. Kalau saya misalnya ke pelosok nusantara yang hotelnya abal - abal, susah cari koneksi internat. Itu paling nyebelin. Apes lagi kalo pas weekend, gak ada orang yang terima laporan di kantor. Trus saya mesti kirim berita pake telepati :))
Tapi ya begitulah resiko pekerjaan saya. Tidak selalu tempat yang saya kunjungi bersama Presiden itu selalu tempat yang menyenangkan dan tinggal di hotel bintang lima. Acara ngomel sih emang pasti tak terhindarkan. Apalagi kalo para redpel gak mau tau kondisi di lapangan dan mereka berharap saya bisa mengirim berita real time seperti yang diharapkan. Untunglah akhirnya para redpel itu juga turun ke lapangan sekali - kali, dan kemudian mereka sendiri mengalami bahwa kondisi lapangan itu tak selalu indah dengan koneksi internet yang tersedia. Jadi sekarang mereka udah gak pernah ngomel lagi
Today is sooo gloomy. Pagi mendung, gerimis mengundang untuk kembali menarik selimut. Huh..but life goes on. I have to get up and live my life today. Dunno what will happens next, but saya belajar untuk belajar menikmati each second of my time. Gak mau mikir kepanjangan lagi. Jalanin yang ada sekarang ini, saat ini. Saat saya mengetik tulisan ini, dan saat anda membaca blog saya ini. Capek mikirin orang laen, cuma bikin sakit hati. Dan jangan dikira, sakit hati itu makan energi banyak lho. Kan rugi banget. Mendingan energinya saya pake buat nulis blog.