When You Believe
Saya cuma ingin berbagi syair indah When You Believe karya Stephen Schwartz yang dinyanyikan oleh Mariah Carey dan Whitney Houston.
Many nights we’ve prayed
With no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song
We barely understood
Now we are not afraid
Although we know there’s much to fear
We were moving mountains
Long before we knew we could
There can be miracles
When you believe
Though hope is frail
It’s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Somehow you will, (Now you will (3rd Chorus through))
You will when you believe
In this time of fear
When prayer so often proves in vain
Hope seemed like the summer birds
Too swiftly flown away
Yet now I’m standing here
My heart’s so full, I can’t explain
Seeking faith and speaking words
I never thought I’d say
So in times when all your hope is gone
And you go through life afraid
In your heart there lies a hopeful song
That is there to guide the way
And all the hurt and all the pain
You soon will learn was not in vain
For all your prayers, they will be heard
They’ll come to pass through faith..
Saya familiar dengan lagu ini sejak lama, tapi tak pernah memperhatikan dengan baik liriknya. Ketika mendengar lagu itu lagi setelah sekian lama, di Katedral yang syahdu, dinyanyikan dengan indah oleh Victoria Domini Orchestra & Choir saat mengiringi komuni, baru terasa betapa dalam makna dari lagu ini.
Saya pun mulai memperhatikan kata - kata dalam liriknya. Indah. Encouraging. Mengingatkan saya malam - malam penuh doa yang saya lalui. Ketika saya kehilangan harapan. Ketika saya bertanya -tanya apakah doa saya didengar-Nya. Lagu itu seperti mengingatkan saya akan momen - momen itu
"They dont always happen when you ask. And its easy to give in to your fear. Bun When your blinded by your pain. Cant see you way safe through the rain. Thought of a stil resilient voice. Says love is very near "
Setiap doa tidak selalu terjawab ketika diminta. Dan manusia kehilangan harapan karenanya. Mengira bahwa Tuhan telah meninggalkannya. Padahal Dia tidak pernah kemana - mana. Dia selalu ada dekat di hati kita. Tapi seringkali justru kita lah yang meninggalkan-Nya. Meninggalkan Dia hanya di rumah - rumah ibadah. Menunjuk kan jari keatas ketika kita berbicara tentang-Nya, dan menyebutnya dengan Yang Diatas. Seakan - akan Tuhan ada jauh diatas sana.
Seperti syair - syair indah para sufi berikut ini
Engkaulah yang kucari, wahai kekasihku!
Ke manapun kuedarkan pandangan, yang kucari hanya diri-Mu!
Mataku bermaksud mencar-iMu semata,
Doa ungkapkan Diri-Mu kepadaku, siapapun yang kulihat!
Seribu jendela terbuka untuk melihat-Mu,
Jendela mana saja yang kubuka, tujuanku hanya Diri-Mu!
Kematianlah jika aku tak melihat-Mu,
Jauh lebih baik aku memandang-Mu daripada mati!
Dan berikut kutipan - kutipan ayat yang menerangkan kedekatan kita dengan-Nya:
…ke mana pun engkau menghadapkan wajahmu, di situ ada wajah Allah,…(Albaqarah: 115).
…Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya (Qaf;:16).
Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat (Al-Waqi’ah: 85).
…Dia bersamamu di mana pun kamu berada… (Al-Hadid: 4).
Dan juga dalam dirimu, apakah tidak kamu perhatikan? (Adzdzaariyat:21)
Dan mengapa kita malah menjauhkan-Nya sedangkan sebenarnya Dia begitu dekat ? Kita malah "mengurung"nya hanya di gereja, mesjid, pura, vihara, dan rumah - rumah ibadah lainnya. Dan membiarkan hidup kita berjalan tanpa sentuhan-Nya ketika kita meninggalkan rumah - rumah ibadah itu..
Lagu itu mengingatkan saya untuk melarutkan segala ketakutan dan kepedihan saya bersama air hujan yang menyiram bumi. Meniupkannya ke udara bersama angin yang bertiup. Begitu banyak yang membuat manusia seperti saya takut untuk hidup, tapi semua berlalu seiring dengan lirik -lirik lagu itu menyentuh hati saya.
Mengingatkan saya kembali, untuk tidak pernah takut menjalani hidup. Dan tidak pernah kehilangan harapan ketika angan tak terwujud seperti yang diimpikan.
Dia hidup didalam hati saya, seperti juga di dalam hati anda semua. Tapi apakah kita mendengar bisikan-Nya ? Karena Dia akan lelah berbisik dan kemudian semakin sayup dan sayup sampai akhirnya tidak pernah akan bersuara lagi bila kita tidak pernah mendengar-Nya. Dan kemudian kita hidup dalam kegelapan tanpa suara-Nya lagi.
"There can be miracles when you believe. And I choose to believe."
June 8th, 2007 at 3:51 am
Dan mengapa kita malah menjauhkan-Nya sedangkan sebenarnya Dia begitu dekat ? Kita malah “mengurung”nya hanya di gereja, mesjid, pura, vihara, dan rumah - rumah ibadah lainnya. Dan membiarkan hidup kita berjalan tanpa sentuhan-Nya ketika kita meninggalkan rumah - rumah ibadah itu..
(nenden fis tilu)
nenden, lagi lagi kamu berhasil membawaku pada “spiritual Orgasm”
March 15th, 2009 at 7:52 pm
“There can be miracles when you believe.
i believe…..
March 15th, 2009 at 9:48 pm
DIA tidak pernah meninggalkan kita, tapi kita yg SELALU meninggalkanNYA dan ketika bingung memangil-manggilNYA