Gak bisa buka blog di China :((
Sunday, July 29th, 2007Saya bingung, dari kemarin buka blogs saya kok gak bisa. Tapi masuk friendster dan mengupdatenya bisa. Saya pikir apanya yang salah. Ternyata tadi saya baru tahu kalau di China blog memang diblock, alias gak bisa diakses. Saya belum mencari tahu alasan pemblokiran ini, tapi geblegnya, mereka hanya memblog alamat yang ada kata blog nya saja.
Jadi saya tidak bisa mengakses blog teman - teman saya yang menggunakan blogspot, blogdrive, blogs.friendster, dan domain - domain yang menggunakan kata blog lainnya. Sedangkan blog teman - teman saya yang menggunakan wordpress bisa diakses. Padahal kan sama juga blog
Hari kedua saya di Beijing, hari ini saya dan empat orang rekan wartawan lainnya, mengunjungi Tianamen Square. Hari ini tidak ada jatah mobil nganggur untuk kita pakai. Jadilah dari hotel kami berjalan menuju halte bis terdekat, dan kemudian nyambung naik subway.
Jangan dikira perjalanan kami semulus itu. Kendala bahasa begitu menyiksa sekaligus menggelikan. Jadilah kami berbekal petunjuk dari receptionist hotel yang bisa berbahasa Inggris meskipun pas -pasan, mengenai arah halte bis terdekat. Dan ternyata gak deket - deket amat, lumayan juga jaraknya. Tapi tidak terasa melelahkan karena cuaca tidak panas, dan di sebelah kiri kami ada taman yang indah dengan banyak orang yang sedang bersantai, mayoritas manula.
Bukan hanya duduk - duduk, tapi kami lihat ada beberapa tukang cukur yang membuka lapak dagangannya di taman itu. Dan para tukang cukur itu adalah para perempuan setengah baya. Persis seperti di Indonesia, lokasinya berarda di bawah pohon rindang, duduk di sebuah bangku kayu dan diselimuti selembar kain berwarna putih yang sudah tidak putih lagi. Kami pun menyaksikan pemandangan unik ini dengan seksama, sampai akhirnya klien yang sudah dicukur rambutnya menyerahkan selembar uang 5 yuan dan 2 lembar uang 1 yuan. Ternyata harganya 7 yuan atau kurang lebih 8400 rupiah.
Di sudut lain ada tiga orang manula yang sedang memainkan alat musik tradisional China. Nyanyian musik pun mengalun dari alat musik gesek yang mereka mainkan, tidak terlalu merdu di telinga saya. Awalnya saya kira mereka adalah para pengamen. Tapi ternyata bukan, mereka hanya duduk bersama teman - teman menikmati suasana taman sambil bermain alat musik. Dan ketiga orang ini bukan satu - satunya kelompok manula yang memainkan alat musik. Saya melihat beberapa kelompok lainnya di sudut - sudut yang berbeda.
Di pojok lain, saya lihat sekelompok manula pria sedang duduk berkelompok dengan kartu di tangan. Dan saya melihat beberapa kelompok serupa yang bertebaran di seantero taman yang cukup luas ini. Di depean taman saya lihat parkiran sepeda yang cukup rapi tertata di trotoar. Ada pagar besi putih yang membatasi, yang saya amati ternyata bukan hanya sebagai pembatas tapi juga batang - batang besi pagar tersebut sebagai tiang pancang untuk mencantolkan gembok sepeda mereke roda ban depan.
Perjalanan kami lanjutkan menuju halte bus. Mencari seseorang yang bisa berbahasa Inggris untuk bisa memberikan petunjuk kepada kami, bis nomer berapa yang harus kami naiki dan turun dimana. Akhirnya kami bertemu dengan remaja laki - laki yang bisa berbahasa Inggris meskipun patah - patah. Dan kami pun naik bis no 68 . Sebelumnya kami sempat bengong di pintu masuk, melihat sistem yang berbeda dengan di Jakarta, mengenai sistem pembayaran bis ini. Karena kami lihat para penumpang lokal menempelkan semacam kartu magnetik ke alat yang ada di sebelah supir, yang baru saya ketahui ternyata berupa semacam prepaid voucher yang akan berkurang kreditnya setiap digunakan. Dan tentu saja kami berlima tidak memilikinya. Kami sempat bingung mau naik apa tidak. Tapi ternyata di sebelah alat tersebut ada sebuah kotak dimana kami lihat orang - orang yang tidak menempelkan kartu magnetik itu memasukan uang ke kotak tersebut. Setelah tahu itu, barulah kami berani naik. Harga tiketnya 1 yuan per orang.
Sesuai petunjuk remaja tadi,kami pun turun di halte Military Museum, dan kemudian berpindah dengan menggunakan subway…Cerita tentang subway, di posting berikutnya ya. Kelaperan nih saya, cari makan dulu…