Archive for August, 2007

Pindah Rumah

Sunday, August 26th, 2007

Akhirnya saya punya rumah baru juga untuk blog saya. Setelah beberapa keluhan teman yang gak bisa akses blog saya, karena internet kantornya diblok untuk akses ke friendster. Juga tools-tools di blogs friendster ini yang terbatas. Dan sulitnya untuk bisa meninggalkan koment bila tak memiliki account friendster.

Alamat rumah baru saya di http://tamansari.wordpress.com. Thanks to my biggest supporter, ndorokakung yang ikut repot, dari mulai milihin nama, ngoprek-ngoprek layout, sampe minjemin foto jendelanya untuk jadi jendela hatiku. Matur sembah nuwun nggih ndoro.

Tapi rumah baru ini masih tetap akan ada, postingnya masih akan dibagi-bagi kesini juga. Beberapa posting lama saya repost di rumah baru, untuk para sahabat baru saya yang belom pernah baca dulu. Maklum archivingnya blogs friendster ini dodol surodol..

Begitu perkenalan alamat rumah baru saja. Sering-sering main ya..Di link juga boleh :)

Finally I got my self confidence to launch my "real" blog in "real" blogger world.

Kangen Bali

Friday, August 24th, 2007

Kangen Bali..

Langit birunya

Pasir putihnya

Udara segarnya

Terik mataharinya

Harum kopinya

Sedapnya ayam betutu

Kangen sejuknya Ubud

Sunset di Ku De Ta

Sunrise di Sanur

Iga bakar di Nuri’s Warung

Hijau sawahnya Green Field

Energi penuh inspirasi dari bumi para dewa ini

Bebasnya jadi diri sendiri

Menjadi apa adanya

Tak perlu topeng dan polesan

Ah Bali..oh Bali..

Entahlah..

Friday, August 24th, 2007

Akhirnya kemarin aku sms kamu lagi. Entah kekuatan mana yang membuatku bisa mengsms kamu lagi.Setelah semua yang terjadi.Luka,kemarahan,jerit kesakitan,dan derai airmata, telah membuatku menutup rapat-rapat pintu hati dan seluruh hidupku dari kamu. Bahkan mulutku pun sudah terkunci ketika kita bertatap muka.Sudahlah, case closed.

Tapi kemarin aku akhirnya mengirimkan sms berisi kabar gembira tentang seseorang yang kita kenal itu ke nomer hape kamu. Dan akhirnya kita sms-an lagi, bercerita ini itu. Ah..akhirnya saya harus menyudahinya juga, sebelum semakin terjerumus menjadi kecanduan sama kamu lagi. Pesonamu masih menjeratku kuat-kuat. Aku baru sadari itu, ketika berhari-hari ini tidurku selalu dihiasi mimpi tentang kamu. Ternyata begitu banyak hal yang masih mengingatkanku padamu.

Kamu yang semakin jauh tak tergapai.Hanya bayanganmu yang masih meninabobokanku. Aku masih hidup di masa lalu. Satu hal lagi yang harus direlakan pergi dari kehidupanku untuk selamanya. Dan ternyata masih kupegang erat-erat. Hidupku terpaku di tempat yang sama. Tuhan mohon kekuatan-Mu untuk menjadikanku manusia bebas.Jiwa yang bebas untuk hidup yang bebas dari segala ketakutan.

Hidup Bukan Untuk Dianalisa

Wednesday, August 22nd, 2007

Lilin terakhir saya nyalakan di hari kesembilan novena. Sebatang lilin di altar-Nya, seperti sebuah lilin yang saya mohonkan untuk selalu dinyalakan-Nya di hati saya.Menerangi hidup yang saya jalani, agar saya tak tersesat lagi.

Saya hanya mohon dua hal. Keikhlasan untuk bisa menerima apapun yang direncanakan-Nya atas hidup saya, dan kekuatan untuk menjalaninya. Semakin beranjak dewasa, bukan hanya bertambah usia, tapi juga semakin beragam pelajaran hidup yang membentur, saya sadari bahwa hanya dua hal itulah yang diperlukan untuk menjalani hidup.Keikhlasan dan kekuatan.

Dulu, saya berdoa dengan segambreng daftar permintaan. Minta ini,minta itu.Saya mendikte Tuhan dengan berderet keinginan manusia saya. Kalau saya jadi Tuhan saat itu, pasti saya udah ketawa ngakak mendengar doa manusia bodoh itu. "Emangnya loe siape neng?" Paling saya jawab begitu..hehehe.

Ekspektasi saya akhirnya harus kandas satu demi satu. Mimpi-mimpi saya jatuh berguguran. Harapan-harapan saya hangus dengan perlahan.Saya benar-benar dinisbikan-Nya.Rupanya Dia ingin saya belajar sesuatu tentang hidup yang sedang saya jalani.Menyadari kemanusiaan saya, bahwa hanya keikhlasan dan kekuatan itulah yang saya perlukan untuk menjalani hidup.

Ketika saya lelah menghadapi hidup yang sulit dimengerti.Ketika saya patah untuk cita-cita yang hancur berantakan.Saya sadari bahwa saya tak akan pernah berhasil memahami hidup ini.Apa maksudnya. Kenapa harus begini, kenapa harus begitu. Sejuta tanya yang menggantung tak terjawab.Mungkin benar kata malaikat tak bersayap itu kepada saya, "hidup bukan untuk dianalisa, tapi untuk dijalani".Nasihat kunonya yang manjur adalah "Just keep going, jangan dianalisa, capek..!"

Sahabat saya sedang berusaha menganalisa relasinya dengan seseorang yang menurutnya dipenuhi dengan perbedaan."Pengalaman membuktikan, sulit disatukan, jauh tapi dekat, benci tapi rindu, sayang susah ada di satu titik temu," begitu smsnya pada saya tadi malam.

Saya menjawab ala orang bijak, " Ah,jangan dianalisa, just keep going with our life. Seperti kamu bilang, menjalani hidup day by day. Kita ga pernah tau ada apa di tikungan berikutnya," begitu sms jawaban saya. Itu kombinasi pelajaran dari sang malaikat, perkataan sang sahabat sendiri, dan wejangan ndorokakung mengenai tikungan kehidupan yang penuh kejutan itu.

Kadang kita mesti diingatkan akan kata-kata yang pernah kita ucapkan, dan pemikiran yang pernah kita tuangkan. Namanya juga manusia kan sering alpa. Pelupa itu biasa.Begitu juga dengan kesadaran yang sering kali on dan off. Itulah gunanya sahabat untuk saling mengingatkan.Untuk menjewer telinga bila sang sahabat keluar jalur. Membangunkannya ketika dia pingsan.Menjadi telinga untuk mendengar keluh kesahnya. Memberi ruang di hati untuk berbagi kasih, dan meminjamkan kaki untuk menyangganya ketika dia jatuh.

Sulit memang untuk tidak menganalisa. Tapi adakalanya kita memang harus membiarkan semuanya mengalir apa adanya. Entah akan bermuara dimana,hanya Dia yang tahu.Bahwa perbedaan itu bukan harus menjadi sesuatu yang menakutkan.Mungkin bila kita lihat dari sisi yang lain, perbedaan bisa dimaknai sebagai sesuatu yang memperkaya. Memperkaya wawasan, membuka cakrawala, dan membuat jiwa kita bertumbuh. Tapi proses pertumbuhan memang seringkali menyakitkan, karena itu banyak orang yang memilih menghindar. Tak salah memang. Setiap orang berhak memilih akan bertumbuh atau tidak. Tapi sekali lagi belajarlah untuk tidak menganalisa. Membiarkannya mengalir untuk menemukan jalannya sendiri mungkin akan membuat hidup menjadi lebih sederhana.

Lost In The Game of Love

Wednesday, August 22nd, 2007

Pray is the best thing to do when you feel lost in the game of love

He will talks to you through your heart to lead you walk on His way

..to Mbak Nurma yang lagi bingung..

My Writing Class Is Over

Wednesday, August 22nd, 2007

Ritual saya setiap selasa malam berakhir sudah. Perjuangan menembus kemacetan dari kantor saya ke Pantau di Kebayoran Lama 18CD setiap selasa petang, plus naik tangga pencuri nafas menuju lantai empat Gedung Strategy itu, sudah selesai Selasa malam kemarin. Sesi terakhir yang dihadiri oleh dua pengampu,Andreas Harsono dan Budi Setiyono, separuhnya berisi waktu untuk mengungkapkan testimoni para peserta kursus.

Sesi terakhir ini lengkap dengan menu tumpeng, dan siomay goreng yummy buatan Hagi, tengkyu dear..akhirnya kamu terbujuk juga :). Rasanya kami semua yang hadir mengungkapkan hal yang hampir sama, bahwa kelas ini sangat inspiring. Setiap selasa malam selama empat bulan itu adalah dua jam yang benar-benar menggairahkan. Otak saya berpesta pora, mengunyah renyah banyak makanan baru yang ditawarkan kelas ini. Teman - teman saya begitu cerdas dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang beragam. Setiap pulang kelas, saya selalu penuh ide di kepala. Begitu banyak buku yang belum saya baca, film yang belum saya tonton, dan hal-hal yang belum saya ketahui.

Buku-buku yang menjadi referensi bisa dibeli dan dibaca sendiri, atau browse di internet. Tapi yang sangat berguna dan tak tergantikan adalah proses selama dua jam berdiskusi, berbagi pengalaman, pengetahuan dan informasi itu yang sangat mencerahkan dan mengenyangkan otak saya. Ada Coy Abhimanyu yang kami sebut kantong Doraemon, karena dia tau segala hal, dari geopolitik, isu kiri, militer, sejarah, budaya, sampai detil tahun dan peristiwanya. Saya sering geleng-geleng, ni orang pinter amat yak. Gimana caranya memasukan semua informasi itu ke kepalanya, dan tetap menyimpannya dengan baik untuk kemudian dikeluarkan ketika dibutuhkan..

Teman-teman aktivis dari berbagai lembaga, Herni dari PSHK,Mai dari Jatam, Selly dari ICW,Jhon dari KASUM, Melly dari UNDP,Ambri dari Greenpeace.Juga teman-teman dari media, Hagi dari Playboy, Algooth dari Bisnis Indonesia,Buyung dari TransTV, Mbak Kiki fotografer 3 Diva, Mbak Mona Bu Dosen yang cantik dan pintar. Benar-benar kelas yang kaya dengan wawasan. Dan yang membuat kelas menjadi lebih hidup adalah kami semua terbiasa bicara mengutarakan pendapat. Menjadikan proses pertukaran ide berlangsung menyenangkan. Tak jarang kita membahas ide tulisan seorang rekan, dan memperkaya ide-idenya. Seru banget. Meskipun sampe sesi terakhir, ternyata tak ada satupun dari kami yang berhasil menyelesaikan tugas akhir sebuah penulisan panjang.

Tugas menulis panjang, dalam dan terasa memikat untuk dibaca sampai kalimat terakhir itu tidaklah mudah. Kami masing-masing sudah menyampaikan ide di awal kursus mengenai apa yang akan kami tulis. Ide-ide yang dahsyat dan pasti akan berkontribusi memperkaya dunia tulis menulis Indonesia.Tapi proses penggarapannya yang memerlukan riset, wawancara begitu banyak narasumber, pengamatan lapangan, menuliskannya, memerlukan banyak waktu dan konsentrasi, yang sulit kami penuhi, karena tugas itu belum menjadi prioritas utama kami. Kami semua bekerja, dengan kesibukan yang cukup tinggi. Seringkali kami semua harus travel luar kota bahkan luar negeri. Untuk bisa hadir full dari sesi awal sampai akhir saja rasanya sulit. Tidak ada dari kami yang absennya penuh. Saya bolos sekali, pas waktu sesi Fadjroel Rachman. Sebel sekali melewatkan sesi yang pasti sangat inspiring itu.

Begitulah "pembenaran" atas "kemalasan" kami. Mas Andreas, Mas Buset dan Mbak Fiqoh sudah menyerah dengan kelas Menulis Narasi angkatan II ini. Tapi saya yakin bahwa pada saatnya, salah satu atau banyak dari kami yang akan berhasil mewujudkan karya tulisannya itu. Tulisan yang panjang, dalam, dan terasa memikat dibaca hingga kalimat terakhir. Hmmm..tantangan besar buat saya yang bermimpi untuk menjadi penulis berkelas Paulo Coelho.

Ketika Mas Andreas begitu bangga dengan salah satu muridnya Linda Christanty yang berdampingan dengan

Thanks For Not Hate Me

Friday, August 17th, 2007

"thanks for not hate me"

Begitu isi sms yang dikirimkannya kepada saya tadi malam. Terdengar janggal di telinga mungkin karena bukan bahasa Inggris yang baik dan benar. Tapi apalah artinya grammar dibanding esensi ? Inti pesan yang ingin disampaikan si pengirimnya kepada saya jauh lebih penting dari sekadar struktur kalimat.

Terima kasih untuk tidak membenciku. Singkat tapi begitu bermakna bagi saya, dan mungkin buat si pengirim pesan juga. Saya tak mengira bahwa sebuah pengampunan akan berakibat sedemikian besar, setidaknya untuk diri saya sendiri. Kemarahan yang begitu membakar telah padam, rasa sakit yang menusuk - nusuk juga telah sirna. Hanyalah keheningan yang hadir di hati.Pikiran pun kembali jernih, dan tidur pun kembali nyenyak.

Rasa diri begitu kerdil, ketika wajah ini berkaca. Siapakah saya sehingga saya tak bisa mengampuni ? Bukankah dalam doa Bapak Kami dikatakan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami ? Berani - beraninya saya minta ampun kepada Tuhan, sedangkan saya sendiri tidak berani mengampuni orang - orang yang telah melakukan kesalahan terhadap saya..

Manusia tak pernah luput dari kesalahan. Dan rasanya bukan manusia bila tak pernah melakukan kesalahan.Setiap pejalan kehidupan tentu paham bahwa kesalahan adalah bagian dari kurikulum sekolah kehidupan.Bagian tak terpisahkan yang harus dijalani, suka ataupun tidak.

Hanya satu hal yang membedakan manusia bodoh dan manusia bijak. Apakah dia belajar dari kesalahannya atau tidak. Itu saja. Karena begitu banyak manusia, termasuk saya, yang melakukan kesalahan yang sama berulang - ulang.Kebodohan akut yang harus ditebus dengan harga yang sangat mahal,yaitu kehilangan orang - orang terbaik dalam kehidupan saya.

Kali ini saya tak ingin mengulangi kesalahan itu lagi. Saya sungguh - sungguh belajar dari apa yang terjadi ini. Belajar mengampuni itu indah meskipun tidak mudah. Tapi harus saya akui bahwa saya belum tulus. Masih dalam tahap sedang berusaha untuk menjadi tulus dan ikhlas. Berjuang untuk sepenuhnya melepaskan semua yang saya inginkan hanya untuk diri saya, pergi untuk selama - lamanya.Saat ini saya masih bergulat dengan harapan-harapan saya bahwa semuanya masih bisa saya pertahankan.Keterikatan dengan harapan dan impian itu masih melekat erat, yang harus dengan sabar saya uraikan satu persatu tali pengikat dan lem perekatnya dari hati dan pikiran saya. Saya harus membebaskan diri saya dari harapan dan mimpi-mimpi itu untuk bisa menjadi manusia yang tulus dan ikhlas. Bisakah saya ?

 

Tahukah Anda ?

Thursday, August 16th, 2007

Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya,
adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?

Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk
melindungi orang lain adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk
melindunginya?

Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan
adalah : Aku cinta kamu, maaf dan tolong aku

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah lebih
yakin kepada dirinya sendiri?

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning adalah orang
yang menikmati kecantikannya sendiri?

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam adalah orang
yang ingin tidak diperhatikan dan butuh bantuan dan pengertian
anda?

Tahukah anda kalau anda menolong seseorang, pertolongan tersebut
dikembalikan dua kali lipat?

Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam
tulisan dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?

Tapi tahukah anda bahwa hal tersebut akan lebih bernilai saat anda
mengatakannya dihadapan orang tersebut?

Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan, keinginan
anda tersebut pasti dikabulkan?

Tahukah anda bahwa anda bisa mewujudkan impian anda, seperti jatuh
cinta, menjadi kaya, selalu sehat, jika anda memintanya dengan
keyakinan, dan jika anda benar-benar tahu, anda akan terkejut dengan apa
yang bisa anda lakukan.

Tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum anda
mencobanya sendiri, jika anda tahu seseorang yang benar-benar butuh sesuatu yang saya sebutkan diatas, dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat bahwa pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat.

sumber dari sebuah email..

Untuk Malaikat Tak Bersayap

Thursday, August 16th, 2007

Untuk malaikat tak bersayap
Yang hadir menjadi pelita hati

Seperti lilin di dalam gelap
Penerang jiwa yang tersesat

Tangan untuk membimbing
Kaki penopang tubuh yang rapuh
Tutur bermakna kearifan
Tatap mata siratkan pemahaman

Terima kasih telah memilihku
Menjadi teman seperjalanan

Untuk malaikatku yang tak pernah lelah menyertai setiap langkahku
Terima kasih telah membuatku ingin hidup seribu tahun lagi
Hanya untuk terus melihat senyummu
Senyum bahagiamu untukku.
Sesederhana itu.

…matahariku…

Thursday, August 16th, 2007

Matahariku, aku rindu kamu..
Boleh kah ?..
Semoga kamu tetap bersinar meski tidak di bumiku lagi..