Jumat malam, sebuah kafe di Menteng. Kami kembali kesana, ke tempat dimana semuanya berawal, hampir tiga bulan lalu. Menikmati hidangan Italia dan es krim rasa Baileys favoritku. Alunan musik top 40 menghangatkan malam yang beranjak larut. Sempurna menjadi soundtrack kebersamaan kami malam itu menjadi malam yang sempurna.
Hari itu usianya genap 39 tahun. Usia hanyalah angka yang berarti sudah sejauh mana kita melangkah. Orang sering mengatakan bahwa life begin at 40. Mungkin iya mungkin tidak. Angka itu hanyalah penanda perjalanan, seperti kita mengemudi di jalan tol. Sudah kilometer berapakah kita meninggalkan titik keberangkatan.
Berkisah tentang masa kecil, masa remaja, dan masa lalu yang baru saja terlewati, adalah menu kami malam itu. Tawa dan airmata yang pernah menghiasi kisah-kisah masa lalu itu kembali dalam kenangan. Desah nafas yang memberat ketika mengingat masa-masa pilu penuh beban. Kilat bahagia terlihat di mata ketika mengingat masa indah. Manusia - manusia dengan sederet nama dan peran itu telah mengukir perjalanan hidupnya, hidupku.
Nama-nama, manusia maupun tempat, yang tentu saja tak akan pernah hilang dari kepala, dan terhapus dari kenangan, kepalanya, kepalaku, kenangannya, kenanganku. Nama-nama yang kali ini bisa disebut tanpa tetes airmata, dan erangan perih. Atau nama-nama lain yang diucapkan dengan penuh rindu itu, semua telah tertinggal sebagai bagian dari sejarah. Sejarahku, sejarahnya.
Kami merayakan hidup kami saat ini. Menengok ke belakang dengan senyum dan penghargaan, pada siapapun yang telah menorehkan goresan dalam sejarah kehidupan kami. Untuk luka dan tawa, tanpa ada penyesalan. Karena apapun yang telah mereka berikan, madu ataupun racun, itu telah memberi andil dalam membentuk kedewasaan kami saat ini. Berperan menjadikan kami manusia yang lebih kuat, matang, dan arif dalam memaknai hidup.
Malam itu bukan hanya perayaan sebuah pertambahan usia, tapi perayaan akan kehidupan yang telah dianugerahkan-Nya pada kami. Manusia-manusia yang pernah pada satu titik ingin berhenti dan mengakhiri kehidupan. Dan kami bersyukur bahwa Dia ternyata punya rencana lain yang disimpan-Nya untuk kami pada saatnya yang indah. Now we can say, life is so beautiful, and what doesnt kill us, just make us tougher.
Aku ingat status YM sahabatku minggu lalu, katanya " we cant change the past, what we can do is change how we think about it ". I agree with it. Dan kami sekarang bersyukur pada apapun yang telah terjadi dalam hidup kami di masa lalu. Pertemuan dengannya telah membuatku menemukan diriku yang utuh. Nenden yang tahu apa yang diinginkannya dalam hidup dan bagaimana mencapainya. Nenden yang tak takut pada dunia lagi, dan Nenden yang bebas memilih dan memutuskan. Dan aku sudah memilih dan memutuskan, untuk bersamanya menghabiskan sisa hidup ini.
Haleluya..Puji Tuhan, Alhamdulillah..