Archive for April, 2008

Sekali lagi diingatkan..

Wednesday, April 30th, 2008

Ya, sekali lagi saya telah diingatkan, karena memang saya ini pelupa. Saya diingatkan lagi bahwa Tuhan bekerja dengan cara-Nya yang misterius.Sebetulnya itu saya sudah tahu sejak lama. Tapi tetap saja selalu takjub ketika untuk kesekian kalinya mengalami peristiwa yang berwarna karena sentuhan-Nya begitu nyata ada disana.

Tuhan berbicara melalui mulut sahabat, memberi kenyamanan melalui pelukan sayang kekasih. Tak lupa menyalurkan energi cinta kasihnya melalui ciuman hangat sang belahan jiwa, dan juga uluran tangan office boy kantor yang mengantarkan makan siang, tepat ketika saya sedang kelaparan.

Tuhan mewujud dalam berbagai wajah dan bentuknya, suara maupun peristiwa alam. Hanya seringkali saya lupa dan abai. Saya terlalu sibuk mengeluh dan meratapi, betapa ruwetnya masalah-masalah ini. Semua seakan datang berbarengan, bertumpuk dan membuat kepala ini berdenyut mumet.

Ketika sedang merasa buntu, saya selalu duduk  sambil menutup mata, dan memohon dalam diam. Berharap ada sedikit cahaya untuk membebaskan dari kegelapan.

Saya tak pernah ragu bahwa Dia selalu ada. Hanya seringkali lupa menaruh-Nya dalam jarak. Tapi Dia tak pernah ingkar janji, untuk selalu menyertai perjalanan ini. Terima kasih, untuk tak lelah mengingatkan.

Demi Sepotong Kebaya

Monday, April 28th, 2008

An apple a day keep the doctor away, kata nasehat dari barat. Dan itu diprotes sahabat saya, Ceuceu, yang seorang dokter." Lah berarti loe bakal jauh dari gue Neng kalo loe makan apel tiap hari, " kata Ceuceu, hehehe garing nya teu nyambung.

Tapi intinya saya yang gak suka apel, mendingan pisang ato pepaya, sekarang harus "mau" makan apel tiap hari. Bukan semata-mata untuk keep the doctor away, tapi karena apel itu ganjel perut yang gampang dibawa-bawa, mengenyangkan sekaligus menyehatkan.

Saya manusia yang selalu lapar. Dan kalo lagi lapar suka gak tau diri, dimana pun dan kapan pun perut saya akan berbunyi keras-keras dengan sangat tidak sopan. Kriuk..kruk kruk kruk..jeritnya dengan riang, minta agar saya segera memasukan makanan ke mulut untuk menghentikan suara menyedihkan itu.

Bila biasanya, sebagai orang Indonesia tulen yang besar di tanah Jawa, saya baru bisa merasa kenyang dan benar-benar makan bila telah menyantap sepiring nasi lengkap dengan lauk-pauk, nah sekarang ini saya harus rela untuk bisa mengganti nasi cs itu dengan satu atau dua butir apel saja.

Pertama karena emang makan nasi itu ribet, harus duduk manis dan meluangkan waktu setidaknya 15 menit untuk memindahkan isi piring ke perutku itu. Plus bengong sebentar nurunin itu isi perut yang baru masuk.

Nah kalo apel kan bisa dimakan dimana saja, kapan saja dan sambil ngapain aja. Alasan kedua, saya sudah terlalu gendut. Untuk pertama kalinya saya ngeri liat angka di timbangan badan itu, yang menunjukkan betapa berat bobot tubuh saya sekarang. Hiyyyayyyy.. 48 bo, the heaviest weight I’ve ever been in my life. Perut dah mau meletus, my boops selalu mengintip dari balik kancing kemeja, berusaha menyembulkan dirinya untuk turut melihat dunia. Ampun deh what have I done…? Does happiness always makes people getting fatter ?

And the most important thing is, in next two weeks, I have to wear the kebaya. That beautiful sexy kebaya is waiting for me, and no extra space for a gendut perut dan boops yang oversize. Hiks..hiks..

For the first time in my life I have to do diet, dan mengerem nafsu makanku yang gila-gilaan. Menahan hasrat untuk menyikat sepiring nasi hangat dengan sambel pedas yang menggiurkan itu saat menonton berita malam.

Gini kali ya apa yang dirasain sahabat-sahabat perempuan saya yang sejak dulu punya masalah dengan berat badan. But I know no pain no gain. Demi kebaya itu dan tampil sempurna di malam itu dengan pangeran dayak tercintaku itu tentu saja akan kulakukan yang terbaik…Jogja we’re coming :)

Virus Bahagia

Tuesday, April 15th, 2008

Setiap disapa teman yang lama tak berjumpa atau sekedar ngobrol di ranah maya, pertanyaan yang pertama keluar tentu saja pertanyaan standar yang basa basi itu. "Hai, apakabar ?" Bila dulu aku pun selalu menjawab dengan jawaban basi dan standar, "baik," nah belakangan aku punya jawaban standar versiku yang MUNGKIN masih terdengar tidak biasa. "Sehat dan bahagia," itu jawaban template ku yang baru.

Dan biasanya orang-orang yang bertanya, agak terhenyak atau terdiam sejenak ketika mendengar jawabanku. Jawaban yang masih terdengar janggal di telinga, atau mungkin kebanyakan memang tidak mengharapkan jawaban yang sangat jujur seperti itu. Actually they dont really need an answer maybe :)

Ternyata efek yang psikologis dan emosional yang kurasakan ketika membiasakan diri dengan jawaban itu luar biasa. I’m trully happy and healthy. Senyuman otomatis menjadi bahasa tubuh tak terpisahkan dari diriku. Dan bukan sekadar senyuman penghias wajah, tapi senyum yang keluar dari hati yang bahagia dan tubuh yang sehat.

Aku juga memiliki kebiasaan baru setiap pagi. Saat bangun pagi, ketika masih lala lolo ngumpulin nyawa, aku tak lupa membiasakan diri mengucapkan syukur. " Terima kasih Tuhan untuk hari yang baru ini, mohon kekuatan dan perlindungan atas keselamatan dan kesehatanku hari ini dan juga orang-orang tercinta di sekelilingku."  Rasanya lega sekali. Baru kemudian aku turun dari kasur, bikin teh atau kopi dan menyetel televisi untuk nonton berita pagi.

Begitu juga ketika malam hari menjelang terbang ke alam mimpi. Aku selalu menyempatkan diri mengucapkan syukur atas apa yang telah aku alami dan dapatkan dari seharian yang baru saja berlalu. " Tuhan terima kasih untuk semua yang terjadi hari ini, mohon kekuatan untuk terus melanjutkan tugas-tugasku selanjutnya, dan banyak cinta untuk orang-orang terkasih itu." Rasanya damai sekali ketika mata mulai tertutup dan kesadaran perlahan sirna dalam lelap.

Efek yang terlihat sangat kasat mata, nampak dalam foto-foto yang baru saja ku upload di friendster ini. Foto-foto itu dijepret oleh seorang sahabat super lama, Sisi. Di Taman Menteng, 5 April 2008 lalu. Teman yang lama tak berjumpa mengira itu foto-foto yang diambil pada masa abege, hahaha..

Mungkin rona bahagia yang memancar dari wajahku membuatku terlihat jauh lebih muda dari usiaku yang menjelang 33. Entahlah..tiap orang punya persepsi sendiri tentang itu. Tapi yang jelas virus bahagia itu rupanya demikian menular seperti virus penyakit lainnya. Tak lama setelah ku upload foto-foto itu, message dan comment masuk ke accountku dan mengucapkan selamat dan turut berbahagia atas kebahagiaanku.

Ah senangnya, bila kebahagiaan yang kurasakan itu bisa turut dirasakan oleh orang lain, dan menularkan virus bahagia itu kepada lebih bayak orang lagi. Virus ini sangat menyenangkan dan membuat hidup lebih indah. Membuat mata melihat segala sesuatu dengan pandangan yang lebih positif, memandang persoalan sehari-hari dengan konsep gelas setengah penuh, bukan gelas setengah kosong.

Semoga virus bahagia ini juga menulari anda semua para pembaca blog ku ini.. Sehat dan bahagia dua kata yang sangat ampuh rupanya.

Our wonderful dates..

Tuesday, April 15th, 2008

Beberapa hari ini masuk sms dan telpon yang mengomentari foto kami yang muncul di majalah Indonesian Tatler edisi April ini. Aku sih cuma ketawa-ketiwi aja dan berusaha memberi penjelasan event apa itu dan kenapa kami ada disitu. Just try to be polite and show my appreciation for what they said lah.

Emang lucu juga, itu event udah dua bulan yang lalu kami hadiri. Pembukaan pameran lukisan di Rumah Dharmawangsa, dan sahabat lama dari Jogja adalah organizernya. Ketika asik menikmati lukisan-lukisan yang terpajang, ada fotografer yang mengaku dari Tatler minta ijin untuk memotret kami. Tentu dengan senang hati kami berpose untuknya.

Gak kepikir bahwa editor foto majalah high class itu akan memasukan foto kami untuk dimuat. Ya kami cukup sadar diri lah siapa kami. Majalah itu kelasnya untuk para bos kami yang memang langganan untuk tampil disitu. Nyaris lupa pada acara itu sampai sms dan telepon dari orang-orang yang mengabari melihat sosok kami berdua di majalah itu. Kami sih ketawa aja, kok bisa ya ?hahaha..

While pada saat yang bersamaan, banyak kalangan socialite yang berusaha keras bahkan rela membayar mahal untuk sekedar tampil disitu. Sedangkan kami yang bukan siapa-siapa dan gak kepikir untuk pengen mejeng disitu malah dapat kesempatan yang diinginkan para socialite itu.

Jadwal kencan kami memang tidak biasa. Satu hal yang kurasakan paling berbeda dibanding dengan relasi-relasiku sebelumnya. Instead of hanya makan di resto sana sini, nonton film, nonton konser, atau liburan kemana, bersamanya aku diajaknya menghadiri ke berbagai event yang tidak biasa, dan sebaliknya aku juga mengajaknya ke acara-acara yang selama ini aku abaikan undangannya, seperti pembukaan pameran lukisan ini.

Beberapa minggu lalu kami nonton konser Ozomatli, grup musik dari US yang (katanya) terkenal di sana, while aku gak tahu ini grup musik apaan dan lagunya juga gak ada yang kenal. Ternyata seru juga, meskipun hanya lima lagu, karena ini bukan konser beneran. Konser mini yang kami hadiri ini di rumah Dubes AS di Taman Surapati, Menteng. Nonton konser di rumah dubes dengan free flow drink and food baru kali ini aku alami. Seru juga, dan tentu saja gak semua orang bisa dapet undangan untuk menikmatinya bukan ?

Minggu berikutnya, undangan lain lagi. Kami menikmati makan malam hidangan Jepan asli disajikan oleh orang Jepang dan di kapal perang Jepang yang sedang bersandar di Tj.Priok. Seru banget, nyobain minum sake langsung nuang sendiri dari tongnya, dan kepalaku langsung pusing cenut-cenut. Minggir cari pager kapal dan bersandar karena tiba-tiba gak sanggup berdiri tegak, hehehe..

Ngobrol sama kru-kru kapal dengan bahasa Inggris yang terbata-bata. Tersesat di lorong-lorong kapal, waktu kebelet pengen pipis dan toiletnya mesti turun dua lantai dan berkelok-kelok. What an experience..ada-ada aja.

My life is colourful and far from boring with him. Thanks ya beib for sharing those wonderful moments with me. And we have lots more to come.. :)

Celebrate Life

Sunday, April 6th, 2008

Jumat malam, sebuah kafe di Menteng. Kami kembali kesana, ke tempat dimana semuanya berawal, hampir tiga bulan lalu. Menikmati hidangan Italia dan es krim rasa Baileys favoritku. Alunan musik top 40 menghangatkan malam yang beranjak larut. Sempurna menjadi soundtrack kebersamaan kami malam itu menjadi malam yang sempurna.

Hari itu usianya genap 39 tahun. Usia hanyalah angka yang berarti sudah sejauh mana kita melangkah. Orang sering mengatakan bahwa life begin at 40. Mungkin iya mungkin tidak. Angka itu hanyalah penanda perjalanan, seperti kita mengemudi di jalan tol. Sudah kilometer berapakah kita meninggalkan titik keberangkatan.

Berkisah tentang masa kecil, masa remaja, dan masa lalu yang baru saja terlewati, adalah menu kami malam itu. Tawa dan airmata yang pernah menghiasi kisah-kisah masa lalu itu kembali dalam kenangan. Desah nafas yang memberat ketika mengingat masa-masa pilu penuh beban. Kilat bahagia terlihat di mata ketika mengingat masa indah. Manusia - manusia dengan sederet nama dan peran itu telah mengukir perjalanan hidupnya, hidupku.

Nama-nama, manusia maupun tempat, yang tentu saja tak akan pernah hilang dari kepala, dan terhapus dari kenangan, kepalanya, kepalaku, kenangannya, kenanganku. Nama-nama yang kali ini bisa disebut tanpa tetes airmata, dan erangan perih. Atau nama-nama lain yang diucapkan dengan penuh rindu itu, semua telah tertinggal sebagai bagian dari sejarah. Sejarahku, sejarahnya.

Kami merayakan hidup kami saat ini. Menengok ke belakang dengan senyum dan penghargaan, pada siapapun yang telah menorehkan goresan dalam sejarah kehidupan kami. Untuk luka dan tawa, tanpa ada penyesalan. Karena apapun yang telah mereka berikan, madu ataupun racun, itu telah memberi andil dalam membentuk kedewasaan kami saat ini. Berperan menjadikan kami manusia yang lebih kuat, matang, dan arif dalam memaknai hidup.

Malam itu bukan hanya perayaan sebuah pertambahan usia, tapi perayaan akan kehidupan yang telah dianugerahkan-Nya pada kami. Manusia-manusia yang pernah pada satu titik ingin berhenti dan mengakhiri kehidupan. Dan kami bersyukur bahwa Dia ternyata punya rencana lain yang disimpan-Nya untuk kami pada saatnya yang indah. Now we can say, life is so beautiful, and what doesnt kill us, just make us tougher.

Aku ingat status YM sahabatku minggu lalu, katanya " we cant change the past, what we can do is change how we think about it ". I agree with it. Dan kami sekarang bersyukur pada apapun yang telah terjadi dalam hidup kami di masa lalu. Pertemuan dengannya telah membuatku menemukan diriku yang utuh. Nenden yang tahu apa yang diinginkannya dalam hidup dan bagaimana mencapainya. Nenden yang tak takut pada dunia lagi, dan Nenden yang bebas memilih dan memutuskan. Dan aku sudah memilih dan memutuskan, untuk bersamanya menghabiskan sisa hidup ini.

Haleluya..Puji Tuhan, Alhamdulillah..

Happy Birthday Beib..

Friday, April 4th, 2008

Today is your day, and 39 is going to be your number til next year.

Dont worry about being old. Because I’m growing old with you..

As you said, when we’re together, the rest will no longer matter..

You’re not a perfect person, but I want to love you in a perfect way..

Happy birthday beib, I love you just the way you are.