Energizing Weekend
Sunday, January 4th, 2009Segala kelelahan itu rupanya tuntutan untuk segera berlibur. Kepala yang berat dan tubuh penat serta jiwa yang berkarat ini perlu relaksasi. Hati yang sarat beban emosi itu perlu diredakan dengan sedikit waktu luang.
Akhir pekan yang sempurna pun dirancang bersama lelaki tercinta itu. Dua hari dua malam bersama meniti waktu. Santai, menikmati secangkir kopi sore di sebuah warung kopi yang menurut saya tak seperti di Jakarta.
Kafein membantu meluruskan pemahaman, mengeluarkan isi hati dan mematahkan sejumlah asumsi yang keliru. Soul conversation that really opening mind and heart.Now I know where we stand, and where are we going to.
Menengok masa lalu, membicarakan masa kini, meneropong masa depan, merajut angan dan menggantang mimpi berteman angin pantai, adalah oase lain di akhir pekan ini. Segarra di penjuru pantai utara Jakarta itu, setidaknya bisa mengobati kerinduan kami akan debur ombak dan lukisan lembayung senja pulau Dewata.
Bale-bale empuk, setumpuk buku, sepiring sushi dan calamari menemani sore yang hangat, menyuntikkan kesegaran pada jiwa-jiwa yang lelah ini. Empat jam yang rileks, berharap waktu berhenti sejenak dan membiarkan kami larut dalam panorama alam ini.
Kabut yang menutupi pikiran jernih perlahan menyingkir. Karat yang mengerak di hati pun luruh satu demi satu. Pelan-pelan jalan di depan pun semakin terang dan gamblang.Ide-ide pun berlompatan dari kepala dengan riangnya.
Tentu bukan berarti bebas rintangan. Ada banyak tikungan di depan sana, celah untuk terperosok dan jerat yang akan memperdaya. Tapi hati nurani yang kembali diliputi sinar-Nya, akan menjadi lilin penerang bagi pejalan-pejalan kehidupan yang ikhlas menjalani takdirnya.
Genggaman tangan dari yang terkasih menguatkan hati untuk melangkah dengan gagah. Dukungan terbaik atas upaya mewujudkan mimpi. He’s the rock of my life..and I wish I’m his too. Tempat bersandar dan berpaling.Tuhan berkatilah saya kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan untuk bisa mencintainya dengan lebih baik lagi. Karena dia berhak mendapatkannya.
Recharging weekend ini kami akhiri Minggu pagi. Kami, untuk pertama kalinya, bangun pagi dan bergegas memuji Tuhan dan mengunjungi rumah-Nya. Meski tak bersama, saya ke Kathedral, dan lelaki tercinta itu ke Kwitang, tapi rasanya tujuan kami sama. Mencari sejumput damai, dan segenggam kekuatan-Nya sebagai bekal menjalani hidup kami yang baru, hidup yang lebih baik.
Khawatir pun sirna, keyakinan pun kembali utuh, dan kaki pun telah berpijak dengan tegak. Nenden telah kembali dengan kekuatan penuh. Terima kasih Tuhan telah membimbing saya kembali menemukan diri.