Soal Meniru dan Kesan Pertama dari Pak Boed
Obama banget. Begitu rata-rata komentar soal situs kampanye SBY yang saya kelola beserta tim. Bukan hanya tampilan dan konsepnya, deklarasi dan jenis merchandisenya pun mirip Obama punya. Kebetulan saya memang memiliki pin-pin Obama, bendera, poster dan pernik-pernik lainnya, oleh-oleh saat kunjungan ke markas tim kampanye Obama di Tampa Florida tahun lalu dalam rangka IVLP.
Deklarasi SBY dan cawapresnya Pak Boediono pun mengingatkan orang akan konvensi Partai Demokrat di Amrik, saat Obama mengumumkan Joe Biden sebagai pendampingnya. Untuk saya, meniru tak selalu salah. Bila meniru hal yang baik kenapa tidak?
Meniru hal yang buruk itu yang jangan dilakukan. Tapi bila cara yang baik dan terbukti sukses, kenapa tidak dijadikan acuan. Adakah yang benar-benar original di dunia saat ini ? Semua hanya modifikasi, daur ulang, atau pengulangan.
Deklarasi SBY -Boediono di Sasana Budaya Ganesha ITB Bandung, Jumat 15 Mei 2009, menurut saya rasanya paling megang dan nendang diantara deklarasi dua pasang capres-cawapres lainnya. Terserah mahasiswa-mahasiswa sok idealis itu menilainya pemborosan atau apa. Ini sejarah yang harus dikenang dengan indah. Dan itu tak bisa dibuat asal-asalan seadanya.
Panggung yang megah, sajian musik dari Bimbo dan Elfa Secioria, semarak can cantik. Suasana yang dibangun pun menggugah semangat dan membangkitkan harapan. Pidato yang menyentuh dan tulus dari seorang mantan Gubernur BI yang selama ini terkenal irit bicara, sungguh mengejutkan publik.
Ternyata beliau juga seorang orator yang berhasil membuat hadirin terpukau. Saya ada disana, tapi karena bertugas di luar mengurusi registrasi situs sbypresidenku.com dan penjualan merchandise, saya harus melewatkan menyaksikan langsung momen bersejarah itu.
Tapi rupanya pidato Pak Boed itu segera diunggah di You Tube hanya hitungan menit setelah tayang. Banyak orang yang menyaksikannya dan terperangah serta tergugah. Ah Pak Boed, rupanya banyak orang yang baru mengenal Bapak melalui momen ini, termasuk saya.
Meski tak semuda dan segagah Obama, yang memang selalu berhasil menyihir publik dengan pidatonya, tapi cukuplah gebrakan pertama Pak Boed dalam kapasitas barunya sebagai cawapres ini menciptakan kesan mendalam yang baik.
Deklarasi yang megah itu pun berakhir dengan manis, dan merchandise pun ludes. Capek, kaki pegal setengah mati. Tapi saya makin bersemangat dan saat ini bekerja dengan hati bukan hanya menjalankan pekerjaan saya sebagai profesional. Saya ingin sosok sederhana tak silau harta itu kemudian menjadi pemimpin negeri bersama Pak SBY ini, untuk Indonesia yang lebih baik.
May 18th, 2009 at 1:27 am
Salut dan support saya untuk SBY BERBUDI! Khususnya sikap Pak SBY ketika memilih Pak Boed yang tidak gentar atas tekanan2 dari partai politik pendukung. Semoga sikap yang sama dari Pak SBY ketika memilih Menteri2nya dalam Kabinet yang baru, untuk membawa Negara Kesatuan Republik Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.