Lagi, Belajar Sabar
Kampanye sudah resmi digelar. Jadwal yang padat sudah terbayang. Hari-hari melelahkan dengan jam-jam kerja yang (lebih) panjang dari sebelumnya. Menarik dan menggoda nyali, bagi saya yang suka tantangan. Capek tentu, tapi ini adalah proses pembelajaran yang sangat berharga.
Tapi rupanya ada efek samping yang cukup mengganggu. Sumbu sabar saya menjadi sangat pendek. Saya mudah meledak hanya gara-gara hal sepele. Email yang saya terima dalam huruf kapital semua bikin saya membalas si pengirim email dengan pedas, button capslock keyboardmu rusak ya ? Dan kemudian menguliahi dia soal etika komunikasi tertulis, bahwa kalimat yang ditulis dengan huruf kapital semua berarti kamu sedang marah-marah pada orang yang kamu kirimi email, dan itu sangat tidak sopan.
Member di situs yang ganjen ngajak kenalan dan tiap hari nge-buzz di YM menjadi gangguan yang bikin saya naik darah. Alasan penukaran poin ke kantor pun jadi alasan untuk menemui saya, yang tentu saja saya hindari. Males banget. Gak ada waktu untuk flirting.
Adik kelas di Facebook yang dengan sok akrab nya memanggil saya dengan panggilan kecil, nama yang hanya dikenal orang tua dan keluarga saya saja pun bikin saya meradang. Belum lagi berondongan pesannya yang sungguh gak penting, dan benar-benar membuat saya ingin meledak, karena isu yang dihembuskannya sungguh ngaco. Inginnya saya maki-maki itu, tapi sudahlah, manusia seperti dia tak layak dilayani.
Belum lagi sejumlah orang yang mendadak merasa penting dan minta dilayani, bikin kesal setengah mati. Tuhan, begitu banyak godaan untuk menguji urat sabar ini, semoga saya tabah dan tetap waras hingga usai semua hiruk pikuk ini.
June 10th, 2009 at 5:04 am
kalem jeng
sudahkan tersenyum hari ini hehehhe
timbangane ngamuk mending nyangkruk dek langsat :p
July 1st, 2009 at 7:12 pm
hahaha lagi PMS x, nden…yang sabar ya