Sahabat, Syukur dan Cinta
Spending some quality time with friends will help you to get over a break up much faster, begitu sebuah nasihat yang saya temukan dari sebuah situs self help. Beruntung sekali saya memang memiliki begitu banyak teman, lama maupun baru, yang dengan senang hati memberikan dukungan terbaik mereka menemani saya melalui masa-masa sulit ini. Berkat Tuhan yang sangat saya syukuri.
Beberapa diantaranya adalah orang-orang baru yang saya kenal dari lingkungan pekerjaan, tapi dengan segera menjadi sahabat terbaik saya. Tadi malam segelas mojito, sebotol corona dan bergelas-gelas wine menemani saat-saat berkualitas bersama sahabat-sahabat baru saya dari Amerika itu. Sahabat-sahabat yang sangat peduli dengan keadaan saya, dan menawarkan bantuan terbaik apapun yang mereka bisa lakukan. Sungguh mengharukan. Tak cukup terima kasih untuk mengungkapkannya.
Saya memang masih tertatih untuk berdiri, tapi saya tahu ini hanya soal waktu, pintu-pintu di hadapan saya terbuka dengan cara-Nya yang ajaib. Segudang peluang telah menanti saya. Sederet agenda menunggu untuk dijalani. Dan sekumpulan orang baru menanti untuk disambangi.
Tuhan sungguh adil. Ketika sebuah pintu ditutup dengan kasar di depan muka saya dan meninggalkan luka, yang saya harus lakukan hanya memutar tubuh ini ke arah yang berbeda, dan menyaksikan pintu-pintu lain terbuka dan memanggil saya datang. Tinggal pilih arah mana yang akan saya tuju, dan pintu mana yang akan saya masuki. Selama anda berbuat baik dan menghargai orang lain, jangan khawatir tak ada jalan keluar atas keadaan sesulit apapun.
Petuah itu kembali disampaikan malaikat tak bersayap itu tadi malam. Usai menyesap mojito bersama sahabat-sahabat itu, saya meluangkan waktu berkualitas lainnya dengan pembicaraan filosofis tentang esensi hidup bersama sang malaikat di pojokan yang lain. Sudut khusus dengan pemandangan air mancur bunderan HI itu. Sesi mensyukuri hidup dan betapa Sang Maha Kuasa begitu menyayangi kita yang menyadarinya.
Hari ini saya memandang langit dengan mata yang berbeda, dengan hati yang lebih terbuka. Bahwa yang harus saya lakukan adalah berbuat baik pada sesama, mencintai semua orang tanpa syarat, dan tunggulah apa yang akan terjadi.